• Home
  • About Me
  • Thought
  • Anything
    • review
    • studies
  • Favorite
    • Channel
    • books
facebook twitter instagram youtube Linkedin Email

Hello !

Beberapa minggu ini belum update dan njrengg akhirnya update juga. Updatetan kali ini kerena mau bagi cerita saat berkendara. Nah, karena biasanya bepergian pake motor jadi hampir sepanjang jalan pasti di perhatikan dong. kebetulan saat itu ada mobil di depan, karena saya buru-buru yaa sudah saya mau nyalib kan. ternyata si mobil mau belok kanan, hampir saja tabrakan. Setelah si mobil belok saya perhatikan apa lampu sein mobil itu nyala atau tidak. Ternyata lampu sein mobilnya nyala tetapi nggak kelihatan karena udah diubah jadi putih. Sempat kesel juga yaaa.. gimana kalau waktu itu refleks ku tidak cepat kan bisa kecelakaan beneran. Si pengemudi mobil mungkin nggak sakit ya cuman mobilnya aja yang luka tapi aku (pengendara motor) kan bisa terlempar.

Karena kejadian itu, sempat browsing ketentuan penggunaan lampu sein. Ternyata emang ada ketentuanya.

ini saya ambil sumber dari www.tribunnews.com 

“Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2012, Pasal 23, mengacu pada Undang-undang Nomor 22 tahun 2009, Pasal 48 Ayat 3, tentang sistem lampu dan alat pemantul cahaya, disebutkan warna lampu yang diperbolehkan”.

Selama berkendara cukup banyak yang melakukan pelanggaran ini, mungkin mereka tidak sadar kalau tindakannya itu bisa merugikan orang lain.



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 14 Februari banyak pasangan yang memperingati hari kasih sayang. entah kenapa ada niat buat nulis mengenai apa sih itu valentine day? Dari beberapa sumber yang sempat saya baca valentine day berasal berbagai kisah sejak zaman Romawi kuno. Setelah membaca artikel dari TIME The Mysterious History of the Real Saint Behind Valentine's Day, saya menarik kesimpulan bahwa sejarah dari hari valentine sendiri masih kurang jelas. 

Dari beberapa artikel menunjukkan valentine day berasal dari perayaan Lupercalia yang dilakukan oleh kaum Romawi kuno dengan cara melakukan seks semalam suntuk sambil mabuk-mabukan serta para lelaki telanjang dan mencambuki perempuan dengan menggunakan cambuk yang terbuat dari kulit kambing atau kulit anjing. Hal ini dilakukan dengan harapan bisa meningkatkan kesuburan para perempuan dan masyarakat terlindung dari serangan. Ada pula artikel yang mengaitkan dengan kematian St.Valentine yang disebutkan meninggal akibat hukuman mati dari Claudius II karena menikahkan beberapa pasangan secara sembunyi-sembunyi, yang mana saat itu terdapat larangan menikah. Karena alasan ini banyak masyarakat menanggap bahwa St.Valentine merupakan pejuang cinta.

Masih banyak lagi artikel yang membahas mengenai valentine day yang belum sempat saya masukkan dalam pembahasan saya kali ini. Menurut saya pribadi suatu hal yang sangat disayangkan jika merayakan suatu hal belum tentu ada manfaatnya apalagi setelah melihat asal usul sejarahnya. Hingga kini pun hari valentine sangat sesuai dengan perayaan Lupercalia dikarenakan banyak pasangan yang belum menikah melakukan hubungan intim, yang berdalih menunjukkan rasa kasih sayangnya. 

Harapan saya sebagai generasi muda, alangkah baiknya pemerintah ikut serta dalam pencengahan sex bebas dihari valentine itu.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Sewaktu menulis blog mengenai tema ini saya sedang menonton cartoon yang menjadi tontonan favorit bocah – bocah di rumah. Nah, selagi nonton sempat terbersit “yang produser film ini lagi apa ya sekarang? Lagi produksi film baru kah? Atau sama dengan saya saat ini menonton hasil produksinya” emang kepo sih tapi itulah yang kadang saya pikirkan. Selalu ingin mengobeservasi manusia dan di Era ini memungkin saya melakukan itu. Tinggal lihat nama produser di akhir film terus seaching entah di Google, twitter, Instagram, atau Social media lainnya maka kemungkinan besar kegiatannya bakal ketahunaan apa aja, yaaaa itu itupun kalau si produser itu punya sosmed, kalau nggak punya? Mungkin salah satu timnya punya trus kepoin lewat situ (ini baru namanya niat tingkat tinggi).

Ketika di Era modern semua di mudahkan bahkan untuk makan pun tinggal mengandalkan ibu jari dan tunggu beberapa saat makanan sudah ada. Tapi sempat saya berpikir ketika pesanan sudah datang dan mulai makan, bagaimana jika saya pergi kewarungnya beli kemudian ketemu kenalan atau keluarga jauh kan bisa saling silaturahmi atau bisa juga ada info terbaru dari beberapa pengunjung warung (yaaa.... maklumlah dimanapun tempatnya manusia pastilah bercerita entah itu gosip, info seputar jalanan mana yang macet). Kemudian saya juga berpikir meskipun tidak kewarung toh saya bisa dapat berita di TV bisa lewat internet, mengenai silaturahmi kan bisa di WA juga kapan-kapan, begitulah ketika otak dan hati berdebat tapi , memang sih ada benarnya kok semuanya. Intinya sih pintar-pintarnya kita aja memanfaatkan apa yang sudah dikembangkan. 



Sempat juga nonton tanyangan mengenai keluarga yang membiarkan anaknya terkurung hingga besar bahkan ceritanya sudah di filmkan, ada juga keluarga yang membiarkan keluarganya hidup seperti tahun 90’an. Entahlah bagaimana pemikiran kedua keluarga ini, mungkin mereka ingin memberi edukasi dan pengalaman yang menurutnya kepala keluarganya lebih baik, Karena jika mengikuti perkembangan zaman maka bisa jadi terbawa arus ke arah negatif sehingga perlu adanya filter baik dari keluarga maupun dari lingkungan. Seperti yang lagi booming saat ini anak – anak yang diberi kids zaman now , emang sesuai sih dengan kondisi zamannya tapi konotasinya lebih mengarah ke negatif meskipun tidak semua tindakannya negatif loh. Saya percaya di era modern ini memberi kita ruang bebas untuk berekspresi, tebar semangat dan kebaikan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Saya bukan anggota partai atau salah satu pendukung partai tertantu yaa, tetapi hanya mengeluarkan pendapat mengenai kondisi saat akan pemilu. Nah, satu hal yang identik mengenai pemilu yaitu kampanye, banyak para pemuka partai mengelurkan uang hingga ratusan juta untuk kampanye. 

Fyi kampanye itu  adalah sebuah tindakan dan usaha yang bertujuan mendapatkan pencapaian dukungan, usaha kampanye bisa dilakukan oleh peorangan atau sekelompok orang yang terorganisir untuk melakukan pencapaian suatu proses pengambilan keputusan di dalam suatu kelompok, kampanye biasa juga dilakukan guna memengaruhi, penghambatan, pembelokan pecapaian (wikipedia). 

Nah, dari pengertiannya sendiri sudah mencakup apa yang baru-baru ini saya lihat. Saat itu saya mengendarai motor, kemudian beberapa orang yang menggunakan baju salah satu paslon mengendari motor dari belakang menyuruh kami yang didepan untuk minggir maklumlah mungkin mereka terburu-buru tetapi satu hal yang saya sadari bahwa lebih dari setengah dari mereka tidak menggunakan helm dan membuang sampah air mineral ke jalan. Aduhh, sangat miris memang tapi apalah daya untuk menegur saja disaat seperti itu rasanya kurang pas saja, selain sampah yang bererakan bahkan sempat beberapa kali saya menendang botol air pinggir jalan, pinggir jalan pun menjadi tempat parkir baru yang otomatis membuat macet hingga berjam-jam.

Hal yang terpikirkan saat itu juga "gimana mau memimpin rakyat sekota atau bahkan se provinsi kalau untuk memimpin tim kampanye saja masih amburadul begini", mencoba berpikir positif mungkin tim yang ditunjuk kurang becus atau apalah, tp yaa kembali lagi kediri pribadi para anggota kampanye.

*semoga kampanye berikutnya bisa lebih tertib yaa↧
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Banyak yang bertanya kenapa kuliahnya pilih geophysics. Sebenarnya dari jaman SD sampai SMP kalau ditanya cita-citanya apa pasti jawabnya guru. Mau jadi guru apa tidak tahu juga pokoknya asal reflek aja jawabnya guru. Nah, berlanjut ke SMA masih tetap jadi guru hingga akhir kelas XI di SMA sudah mulai mikir-mikir lagi, ikut Olimpiade bidang Astronomi tidak membuat saya kepengen jadi astronot, namun tetap suka dengan berbagai aspek di astronomi mulai dari mengukur paralaks bintang satu dengan lainya, mengukur magnitudo satu bintang dan berbagai hal yang berkaitan dengan galaksi Bimasakti. Sampai saatnya kelas XII SMA dan harus menentukan bakalan lanjut kemana dan ambil jurusan apa, seolah-olah pilihan saat itu bakalan jadi penentu masa depan hingga puluhan tahun kedepan.

Ada beberapa pilihan untuk meneruskan ke perguruan tinggi negeri yaitu melalui jalur SNMPTN Undangan, SNMPTN Tertulis, JPPB dan POSK. Untuk SMA dengan akreditasi A maka dapat mengirim sebanyak 75% siswanya untuk mengikuti jalur SNMPTN Undangan. Hal itu pun tidak saya sia-siakan, saat itu diperbolehkan memilih 3 (tiga) jurusan berbeda sehingga saya memilih kedokteran hewan IPB, Meteorologi terapan IPB dan Kedokteran hewan unhas. Tak ada alasan jelas mengapa saya harus memilih kedokteran hewan. Dan pilhan itupun ditentang oleh beberapa guru dan keluarga, katanya untuk apa jadi dokter hewan nanti kamu pengang babi, anjing dan itu kotor, haram lagi kurang lebih begitu kata mereka.
Sampai saatnya pengumuman dan hasilnya saya tidak lulus dimanapun. Tak ada yang dapat menahan kekecewaan saat itu, hanya itu satu – satunya harapan saya kuliah karena untuk mengikuti SNMPTN tertulis banyak orang tua yang menghabiskan uangnya untuk biaya bimbingan anaknya demi lulus di PTN negeri dan saya bukan dari kebanyakan siswa yang dapat dibiayai oleh orang tuanya. Semalaman saya menangis dan terus memikirkan peluang lain agar dapat kuliah. Akhirnya saya coba mendaftar melalui jalur JPPB dan tetap memilih Kedokteran hewan namun hasilnya pun sama. Hingga akhirnya saya mendaftar lagi untuk jalur SNMPTN tertulis dan berusaha belajar dengan giatnya demi bisa kuliah (proses belajarnya lain kali dishare)

Saat mendaftar kuliah tanpa alasan yang jelas saya tidak ingin lulus di UNHAS, tapi karena sudah 2 kali tidak lulus sehingga gengsi tidak ingin di unhas berujung memilih unhas dengan harapan setidaknya dapat kuliah. Sewaktu mengisi form pendaftaran untuk SNMPTN tertulis pilihan pertama yaitu kedokteran hewan Unhas masih saja kekeh dengan pilihan ini, kedua yaitu geofisika unhas dengan alasan karena mirip-mirip astronomi (kenyataanya beda jauh, maklumlah masih awam waktu itu), ketiga yaitu administrasi negara UNM alasannya jika lulus disini bisa ketemu sama teman sekaligus sepupu jadi ada teman satu jurusan. Pemikiran yang sangat tidak mendasar untuk memilih jurusan.


Selang 3 bulan kedepan pengumuman SNMPTN tertulis dan alhasil saya lulus di prodi Geofisika, senang? Yaa tentu saja. Pikiran tentang geofisika itu apa? Belum kepikiran saking senangnya bisa lulus. Dulunya tidak ingin kuliah di Unhas sekarang tidak kepikiran lagi hingga akhirnya graduated juga.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Do you Have a Dream?

Baru-baru ini saya menonton drama korea School 2017. Sebenarnya drama ini semetara tayang di korea namun sampai episode 12 saya bisa mengambil beberapa pelajaran salah satunya tentang mimpi. Menurut saya mimpi itu tidak sebatas bunga tidur tapi suatu keinginan yang mendasari seseorang melakukan suatu yang disukai. Tetapi beda halnya dengan keinginan itu sendiri, bisa jadi keinginan bukan suatu yang sukai atau ada hal lain yang mendasari suatu keinginan entah itu desakan orang sekitar atau desakan diri sendiri untuk pembuktian diri misalnya.

Terkadang saya berpikir apakah keinginan ini suatu mimpi? atau hanya keinginan karena tuntutan hidup semata. Hingga saat ini masih belum ada kepastian tentang mimpi itu. Nah, jika di hubungankan dengan cita - cita menurut saya juga berbeda dengan mimpi. Cita - cita bisa lebih kongkret dan nyata misalnya saya sewaktu SD kepingin jadi guru hingga SMA berubah jadi Astronot dan semacamnya, di akhir SMA berubah lagi jadi dokter hewan hingga mendaftar di beberapa Universitas dengan jurusan kedokteran hewan, Sewaktu mendaftar melalui SNMPTN tertulis tahun 2012 dan di nyatakan lolos untuk program studi geofisika akhirnya berubah lagi menjadi ingin menjadi geosantis dan kerja di perusahaan minyak. Hingga saat ini masih bingung juga apa selanjutnya. Mungkin ini efek keinginan yang didasarkan tuntutan hidup.

Jauh sebelum semua cita - cita yang tertuang diatas, ada satu keinginan yang belum pernah terekspos ketika saya ditanyai mengenai keinginan saya. 

Reporter, yaa... itu salah satu keinginan yang tersembunyi dan mungkin tidak bakalan muncul karena terlalu jauh dari basic dan mungkin saya memang tidak punya talent di bidang itu.

After all, mungkin sekarang lebih fokus apa keinginan saya sesungguhnya. Tapi satu hal yang pasti bahwa saya sangat ingin ke luar dari Indonesia entah bagaimana pun caranya.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Pernah tidak merasa :
- waktu itu kok pendek banget?
- ehh... udah jam segini aja.
- wah.. cepatnya nih jam.
- kok lama yaaa...

kalau pernah merasa begitu nah menurut saya sih wajar saja yaa itu manusiawi kok, tapi kurang bersyukur.
Bayangkan saja waktu yang diberikan Tuhan 24 jam dalam sehari dan itu masih saja terasa kurang. Tetapi ketika flashback lagi setelah akan tidur maka akan terasa apa yang dilakukan sehari bermanfaat ataukah tidak sama sekali.

Terkadang karena terlalu sibuk dengan satu urusan akhirnya jarum jam berputar tanpa disadari dan itu yang membuat kita merasa waktu pendek banget dan terkadang pula ketika sedang menunggu seseorang yang leletnya kebangetan nah, saat itu waktu terasa sangat lambat, tetapi sebenarnya sama saja, yang berbeda yaitu mind set kita terhadap suatu keadaan.

Saya berbagi pengalaman saya mengenai waktu dalam hidup saya selama 23thn.

  • Karena hobi saya salah satunya nonton Drama korea, jadilah hampir seharian full cuman nonton drakor doang, dan waktu berlalu begitu saja. Pas dramanya sudah selesai barulah terasa waktu yang tadi terlewati sia-sia, masih banyak kerjaan yang mugkin bisa saya lakukan tapi nyatanya tak ada yang terlaksana. Nah, salah satu kejadian ini menjadikan waktu berlalu cepat dan terasa waktu 24 jam itu tidaklah cukup.
  • Janjian jalan bareng teman pasti semua pernah ngerasain dong, nah suatu hari saya dan beberapa teman janjian buat jalan pokoknya. Janjiannya jam 11 seharusnya sudah siap yaa ehh.... nyatanya sudah hampir jam 1 dan masih belum siap juga. coba ya jika dipikir-pikir apakah keterlambatan itu dikarenakan kegiatan yang bermanfaat ataukah hanya kegiatan yang sia-sia.
Sebelum kuliah dan sekarang pun saya masih menjunjung tinggi orang yang tepat waktu, karena saya merasa dia orang yang dapat menghargai waktu. 

note:
Manusia yang menghargai waktu menurut saya manusia yang menghargai manusia lain dan tidak akan melakukan hal yang sia-sia.

*semoga kedepan saya lebih bisa menghargai waktu, dan tidak kebanyak nonton drama korea.




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Sometimes later becomes never.
Do it Now

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • linkedin
  • youtube

Categories

Anything Channel Favorite Geophysics Thought Youtube books review skincare

Popular Post

  • Plan A and Plan B
    Banyak orang yang ketika akan mengambil keputusan selalu menyiapkan cadangan. Aku salah satu dari sekian banyaknya orang itu. Ketika akan m...
  • Bukan Sekedar Kampanye
    Saya bukan anggota partai atau salah satu pendukung partai tertantu yaa, tetapi hanya mengeluarkan pendapat mengenai kondisi saat akan pemi...
  • Sad or Happy
    Terkadang ada hal yang tidak bisa kita handle dan mengalir begitu saja. Mungkin logika mengatakan TIDAK tapi secara tidak sadar kita menguc...
  • Apa kabar Bapak Mama
    Pagi tadi nonton salah satu siaran di Trans ehh.. entah mengapa tiba tiba saja teringat papa sama mama. Pas ingat mau nulis kenangan apa aj...
  • PULANG
    Judulnya sesuai dengan buku yang baru saja saya baca, Yaa buku Tere Liye. Buku terbitan tahun 2015 dan cetakan pertama di bulan september, ...

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  Agustus 2022 (1)
      •  Hello...I just realized that I never updated this...
  • ►  2020 (3)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Januari 2020 (2)
  • ►  2019 (20)
    • ►  Agustus 2019 (3)
    • ►  Juli 2019 (2)
    • ►  April 2019 (4)
    • ►  Maret 2019 (6)
    • ►  Februari 2019 (1)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (20)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  Agustus 2018 (3)
    • ►  Juni 2018 (1)
    • ►  Mei 2018 (1)
    • ►  April 2018 (10)
    • ►  Maret 2018 (1)
    • ►  Februari 2018 (1)
    • ►  Januari 2018 (2)
  • ►  2017 (8)
    • ►  Oktober 2017 (1)
    • ►  Agustus 2017 (2)
    • ►  Juli 2017 (3)
    • ►  Mei 2017 (2)

Followers

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates