• Home
  • About Me
  • Thought
  • Anything
    • review
    • studies
  • Favorite
    • Channel
    • books
facebook twitter instagram youtube Linkedin Email

Hello !

For a long time I didn't write anything, So, Now I will try to write something that’s is in my mind. If you read this and comment why I write this in English, because I want to improve my English skill as well hehehee.

Last time I wrote about my 5 months in Wuhan. Now, I want to share a little experience about study Mandarin (普通话;Pǔtōnghuà). Maybe you peoples have no idea that it is the rule in china first you have to study chines language for one year and Pass HSK 4 exam after that you can start your Major means Research . I have started my Chinese language course in September 2019 and finished June 2020, but don't think I can speak Chinese fluently. Yes, I still can't speak Chinese as native speaker even understand of native speaker still difficult for me. I know myself so difficult to accept another language, that's why when I started study Chinese really makes me worry. And now Alhamdulillah I passed HSK4 Exam and recently started my Research.

Sometime peoples telling about study Mandarin is so difficult because they familiar about Chinese character (汉字; Hànzì), for me Tones (声调;Shēngdiào)more difficult. Chinese characters made me enjoy in Chinese class because I felt like drawing and each characters has story and it’s more interesting. I realized after studied Mandarin is practice a lot and try to speak with Chinese people, it will really help to improve. But after back in Indonesia I rarely using mandarin and when I'm writing this blog my Chinese words already disappear.

Some of my classmate studied Chinese using song and movie, and I also tried and yeah that was working but as I said need much practice that I found after studied, for Mandarin or other language "practice" is a key. I tried to practice with Chinese friend and my roommate as well as using different kind of Chinese language App, but still not optimal, and I feel much better if now I'm in Wuhan can practice in real life.

"Bad environment" means when you start to speak but your friends laughing on you. Better don’t go out with them if you want to keep improve your language, When I studied in classroom and continue with online class, I never felt have "bad environment" around me, because all friend really help each other and make us more confidence and the important things don't thinking you're better than other because you will never improve if you think like this.

Other things that I know about me, I don’t know it’s good or bad? I am open minded and I can’t judge the peoples very easily also more to respect each other’s and be confidence in life.

I will continue in other time. 


(with friends they are from France, Pakistan, Myanmar, Sudan and Vietnam)

(My classmate and our teacher Zhang laoshi)
anyway, I think both of this picture we take in same day, but forgot which day. I hope all my classmate enjoy with our class time

拜拜!
Share
Tweet
Pin
Share
5 komentar
Perjalanan  ke China ini pertama kali dan juga pertama kali keluar negeri, sendiri pula lagi. pemesanan tiket melalui online dari Makassar - Jakarta tanggal 30 Agustus 2019, dan penerbangan Jakarta - Wuhan tanggal 31 Agustus 2019. Memilih tiket terpisah karena selain murah juga bisa mengatur waktu, karena aku memilih maskapai China Southern Airlines jadi ngk ada dari Makassar-Wuhan, maskapai lain ada tapi tetap transit dan mahal. 

Penerbangan Jakarta - Wuhan Pukul 09:00 WIB pagi hari, check in dan sebagainya. Yang aku takutkan sih di bagian imigrasi. Kata orang bagian ini bakalan ditanyain Panjang lebar gitu, kalau bisa mesti siapin berkas yang bersangkutan. Ehh, pas aku tiba di Imigrasi nih, ditanyain seadanya aja, trus lolos deh. Nah, karena aku pakai maskapai China, jadi pramugarinya itu pake Bahasa Mandarin ada sih yang ngomong English tapi pas ngomong sama foreign aja. Penerbangan Jakarta- China itu harus transit di Guangzhou. Jadi Jakarta - Guangzhou itu hampir 7 jam, kemudian dari Guangzhou - Wuhan hampir 2 jam, aku lupa waktu pastinya jadi pake kata hampir aja.

lagi nunggu boading di termial 3 Soetta

aku lupa ini makan di resto mana enak sih cuman mahal banget 


Pesawat ini besar banget trus lumayan lowong sih tempat kakinya buat aku, tiap 3 atau 4 deret kursi ada monitor buat nonton, trus dikursi juga masing-masing ada headset trus bisa pilih lagu sendiri.

Makananya enak banget sih, mesh potato+chicken+vegetables, ada acar juga, roti mayo dan buah.
Jadi, minumannya refill, trus bisa request mau minum apa. selama penerbangan kalau ngak salah 4 kali pramugarinya bawa minum sama snack gitu.

Nah, tiba di wuhan sekitar pukul 10 malam, trus aku harus nunggu teman sekampus biar bisa bareng. Perjalanan bandara Tianhe International Airport, Wuhan ke China University of Geoscience Wuhan sekitar 1 jam dengan taxi.

*Bepergian sendiri itu ngk susah kok, malah bisa bikin kita mandiri dan terlatih, saran aja bagi yang ingin bepergian sendiri, ngk usah parno, grogi atau semacamnya karena itu yang akan membuat kalian ngk bisa berpikir dan merasa susah. Intinya sih, ikutin petunjuknya aja, atau nanya nanya aja.  :)



Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar
Udah lama banget ngak nulis di blog ini. Karena hampir 5 bulan ini sibuk dengan Chinese Class dan segala kerumitannya. Nah sekarang baru ingat buat update lagi. Jadi tulisan kali ini hanya basa basi tentang kehidupanku di Wuhan selama ini. Pertama tiba di Wuhan 31 Agustus 2019 dan langsung menuju kampus, besoknya aku masih ada waktu buat jalan-jalan keliling kampus temani mba Riza (mahasiswa master juga). Hari ke-3 itu registrasi tepatnya tanggal 2 September 2019, registrasinya sampai jam 3 sore dan dilanjut keesokan harinya. Nah, karena Medical Check Up yang aku punya sudah expired, akhirnya aku MCU ulang secara full di rumah sakit Wuhan. Singkat cerita, semua mahasiswa baru mesti mengikuti serangkaian acara pengenalan kampus, safety dan sebagainya  yang total hampir 14 hari.

Hari kedua hidup di kota ini terasa berat karena ada beberapa factor : 
1. kangen ama rumah,
2. disini belum bias ngapa-ngapain, maksudnya mau kemana mana belum tau arah bahkan posisi dormitory aja belum tau.
3. disini sangat minim penjual atau orang local yang ngerti English, lah kan aku chinesenya 0 besar banget.
4. mau makan dikantin, kantin hanya terima pembayaran Alipay,Wechat atau student card.

Pokoknya masalah bayar-bayar itu yang paling rumit, jadi mesti ngikut sama senior-senior, ngutang di mereka dulu karena ngk ada yang terima cash. Meskipun udah download Alipay dan wechat ngk bisa langsung pake bayar mesti tunggu aktivasi dari Bank dulu, lumayan ribet banget sih. Setelah semuanya udah beres, dan masa orientasi itu udah bisa ngerasa hidup lagi sih, soalnya kemana-kemana ngk usah ngutang buat bayar belanjaan kan. Udah bisa beli sesuatu sendiri meskipun belum tau Chinese. 

Seminggu setelah orientasi, kelas Chinese di mulai, kan jadi deg degan gimana nih Chinese classnya ntar. tapi Alhamdulillah lancar lancar aja. Chinese class nya sampai bulan 6 tahun ini, jadi sekarang masih kelas hanya saja libur winter makanya nih ada waktu buat nulis (alasan aja sih). 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Alhamdulillah... Allah memberikan saya kesempatan melanjutkan pendidikan di negeri Tirai Bambu. Setelah 2 tahun berjuang dan tahun ini Allah menjatuhkan pilihannya. 

senang?? tentu saja. Namun, ada rasa khawatir dan galau jg lo. Lah... kenapa??? 
1. pendidikannya mesti bahasa mandarin
(yaaa... bahkan 1 huruf mandarin pun nggk aku tau😢)
2. belajar chinese 1 tahun kuliah smpe 3 tahun lulus udah umur 29 😱, trus ada yg bilang nikahnya kapan dong??
3. terlepas dari itu semua, bertanya ke diri sendiri. Fitri, apa kamu yakin bisa? mampu?

okay.. itu tiga point besar tentang kegalauan saat ini. Namun, karena Allah aku bisa menjawab semua pertanyaan itu.
1.  kan bisa belajar mandarin disana.
2. ini nih yang paling bikin galau. mungkin yaa klau saat ini ada yg ngelamar mungkin S2 nya di tunda 😅. tp kembali lagi sama Allah, mungkin ini jalan yg Allah kasi ke aku untuk jadi lebih baik buat jadi calon istri dan ibu yang bisa mendidik anaknya sesuai ajaran agama dan untuk bangsa, Aamiin 😊.  Trus kan teman kubilng ntr kalau S2 pada takut lamar trus udah 29 jg gimana dong. Nah, kalau misalnya si doi emang serius krn Allah masalah S2 or usia mah nggk jadi urusan, trus kalau Allah udah bilang dia jodoh aku nggk bakalan lari kemana kok, kan bisa sementara kuliah jg boleh nikah karena nggk ada ketentuannya hehehee.... so, maybe it can be happen. 😇 (btw ini versi positif thinking dari aku ya, sebnarnya dari hari pengumuman udah uring"an ngk jelas tp berusaha di terima rejeki ini mah.) 
3. Yaa, Insya Allah yakin. masa nyerah duluan padahal belum lihat yg dihadapi di depan sana apa. Toh, jika ini kehendak Allah maka semua akan sesuai apa adanya 😊. Kalau gini aja nyerah gimana Allah mau ngasih lebih..


Btw sesuai yg aku blng di point 2 ini bentuk positive thinking dari aku. dan sisi negatif itu masih ada sih, namanya jg manusia kan ya.. 

buat teman yang pengen ngasih saran atau tambahan positive vibes. silahkan.
atau gimana kalau kalian diposisi aku? reaksi dan tindakan kalian gimana?

Share
Tweet
Pin
Share
8 komentar
Melepaskan memang susah, namun mempertahankan hal yang belum pasti juga sangat tidak etis karena sama saja membiarkan sisi lain mengharapkan sesuatu yg lebih. Beberapa hari yg lalu, seorang mengajarkan saya bahwa hidup tidak sepolos itu. Berteman dengan seseorang harusnya memilih yg baik, bukan karena niatnya pengen pilih" teman namun mencoba menghindari hal hal buruk terjadi. Dan setelah kejadian yang sangat mengesalkan itu terjadi, ada saja orang baik yang menjadi penolong.

Orang baik yg membantu saya melihat dari sudut pandang yg berbeda dan menyampaikan ilmu yang dia punya. Memiliki waktu yang bermanfaat dan banyak sharing menjadikan itu sebagai rutinitas. Namun, sangat tidak etis jika hal ini berlanjut meskipun isinya bermanfaat tp tetap saja diselimuti dengan keburukan ( chat dgn bukan mahram). Dia berusaha menjaga agar niat baik ini tdk menjerumuskan menjadi keburukan yg sedikit demi sedikit menumpuk. Usaha yang cukup berat membuat sy sadar jikalau masih ada orang yg berusaha menjaga itu dengan baik.

Berbagai macam diskusi km bahas, hingga tiba saatnya menyadari bahwa hal ini tidak boleh berlanjut lagi, semakin dalam pembahasan semakin terjerus kt dengan kenyamanan. Dan Berakhir dengan kata melepaskan. Meskipun semua itu sangat sulit, Kenapa???? yaa menemukan orang yg nyaman diajak diskusi, mendengarkan, dan baik, mungkin mudah tp ada kalanya tak seperti yang diinginkan.

menghindari keinginan yg akan menjadi kuat itu membuat kami harus melepaskan dan berharap semua karena Allah. Karena berharap ridho Allah, dan berusaha mengambil jalan yg lebih baik dengan menjadi lebih dekat dengan Allah.

Sedih... yaa tentu saja kehilangan orang yang mungkin menjadi pembimbing. Namun, semua kami serahkan kepada Allah. Sebaik baiknya manusia hanya bisa membuat rencana, hanya Allah yg menentukan terbaik bagi kami.

Mepertemukan kami dalam keadaan yg lebih di ridho i, dan
Semoga nasihat itu bisa menjadi amalan dan syafaat di akhirat kelak. Aamiin.


*hanya sharing yaa 😊

Share
Tweet
Pin
Share
9 komentar

Fitri, kamu tahu tidak, kalau kamu itu tidak akan maju jika tidak memulai melangkah. Dan tolong jangan tanyakan cara melangkah itu bagaimana, karena saya tahu kamu sudah pernah melakukannya. Tapi, ingatan mu tentang itu mulai memudar atau kamu yang menisolasinya sendiri. Apa kamu tidak iri melihat teman" mu mulai mengejar mimpinya masing-masing? mungkin kata iri terlihat memalukan tapi jangan pikir untuk memperhalusnya jika hanya untuk menghibur hatimu. Karena saat ini bukan kata penghibur yang kamu butuhkan tapi dorongan. Dan tolong jangan ajukan pertanyaan kenapa harus dorongan, karena kamu sangat lelet untuk memulai apapun itu.  

Dorongan bukan untuk roket saja, bukan untuk orang yang lagi down sekali, bukan orang yang terkena musibah, tapi kondisi mu saat ini memang membutuhkan dorongan itu. Melihat mu melangkah sangat jauh dari kata tertatih-tatih. Kamu selalu memikirkan apa yang ingin kamu lakukan tapi untuk memulai itu sangat sulit. Kamu tahu kenapa? Karena kamu tidak berniat melakukannya. Please jangan mengatakan kalau kamu sudah berniat ketika untuk bergerak sedikitpun masih sulit. 

Saat ini kamu mulai mengerjakan sesuatu yang dari dulu kamu inginkan, tapi saya tahu itu belum berjalan mulus. Namun, saya harap kamu akan terus berjuang dan melangkah maju, nikmati tiap proses yang kamu kerjakan saat ini.  Melangkah tak sesulit apa yang kamu pikirkan saat ini, Just start today and then keep moving. Don't waste your time for something not important.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
To: Fitri
Tepat tanggal 20 Maret 2019 genap sudah usai mu 25 tahun artinya sudah 1/4 abad sudah kamu lalui. Selama perjalanan yang panjang itu saya ucapkan terima kasih sudah berusaha hingga hari ini. Saya tau kamu belum bisa memberikan apa apa kepada keluarga mu tapi saya yakin hari itu akan ada masanya. Sepanjang saya mengenal mu, kamu selalu berusaha mencapai apa yang kamu inginkan hingga kamu tiba dititik yang sudah tidak sanggup lagi namun kamu masih bisa bertahan dan lanjut berjuang, saya percaya saat ini kamu belum sepenuhnya berjuang dan itu yang membuat saya sedih melihatnya, seakan kamu mulai putus asa. Tapi percayalah masih ada orang yang akan setia disampingmu dan selalu menjaga serta memberikan semangat.

Saya mengenal mu dari kecil bahkan dari sangat kecil, tapi saya tidak begitu paham dirimu hingga kamu dewasa, namun mengingat pencapaian mu sejak kecil yang selalu mewakili sekolah mu berkompetisi yaa meskipun tidak membawa juara tapi percayalah itu sudah cukup membuat bangga kedua orang tua mu. Ya saya tau kamu terkadang  membuat orang tua mu marah terutama mama kamu tidak mendengarkan perintahnya tapi mama mu selalu sadar menghadapi keras kepala mu i, mungkin setelah dewasa kamu akan menyadari kebodohan mu waktu itu. Saya tau kamu selalu ingat tentang bapak mu, saat dia membuatkan tendah kemah tepat di samping rumah bawah jendela kamar, dan memasang lampu gantung kemudian tertidur dan bangunnya sudah ada di kamar. Saya tau kamu sangat rindu momen itu ketika semua keluarga mu berkumpul dan bercanda bersama. Hanya saja saya kecewa kepada mu ketika bapak mu sakit dan kamu disuruh untuk membersihkannya kemudian kamu mengatakan "Ah tidak mau, bapak bau" sungguh sampai hari ini pun saya yakin kamu sedih dan merasa bersalah meskipun waktu itu usia mu 10 tahun. Sepeninggalan bapak membuat kesabaran dan kekuatan menjadi tolak ukur yang luar biasa bagi mu, dan semua itu dapat kamu lalui karena perjuangan seorang mama yang luar biasa hebatnya, hingga menginjak sekolah lanjut tak sedikit pun kamu kekurangan perlengkapan sekolah, dan saya pun bangga dengan mu karena prestasi yang kamu torehkan tetap terjaga dan sedikit membuat bangga mama mu. Saya yakin ada kenakalan yang membuatmu sadar hingga saat ini dan membangun tameng ketika kamu dewasa, meskipun itu sedikit berlebihan. Baiklah, tak terasa bangku sekolah menengah menantimu dan dengan susah payah kamu mengikuti seleksi masuk, sementara itu orang orang mulai memperingati mama mu kalau saja uang pendidikan di sekolah itu lebih mahal dari sekolah lainnya, hingga mama mu mulai ragu tapi karena tekat mu tetap bertahan dan mama mu bersyukur karena semua kekhwatiran tidak beralasan itu terselesaikan dengan saya mendapat beasiswa hingga lulus. Satu hal yang saya ingat ketika kamu dapat memberikan hadiah dari hasil kompetisi mu ke mama mu, saya merasa bangga melihat mu melakukan itu dan saya percaya kamu pun merasakan hal yang sama yaa walaupun itu sedikit dibanding apa yang mama mu berikan selama itu. Menempuh perguruan tinggi memang tidak mudah, dan saat itu kamu tidak lulus jalur undangan, ya kecewa memang tapi yakinlah saat itu kamu marah tidak ikut bimbingan belajar tapi percayalah karena keluarga mu yakin akan dirimu jadi mereka tidak membiarkan mu mengikuti bimbingan belajar. Dan kerja keras serta doa orang terdekat mu membuatmu lulus di Universitas terbaik di Indonesia Timur. Bangga? ya memang perasaan itu ada disaat orang lain tidak bisa lulus meski sudah membayar jutaan untuk bimbingan. Waktu terus berjalan dan kesibukan demi kesibukan membuat kamu jarang memberikan perhatian extra ke mama mu satu -satunya orang tua yang kamu miliki saat itu, hingga tiba saat mama mu sakit dan kamu berada di luar kota, kemudian kamu tiba dan melihat mama mu sudah semakin sakit dan dengan bodohnya kamu memberikan coklat yang dia minta padahal kamu tau kalau mama mu sedang gula. Ya saya tau kamu tidak tega dengan permintaan beliau tapi karena pikiran bodoh mu itu membuat nyawa ibumu terancam. Dua malam berselang dan mama mu semakin sakit, dan membawanya ke rumah sakit, saya melihat dokter memarahi mu karena gula beliau sudah sangat tinggi dan perhatian mu kurang, Yaa saya tau bebebapa bulan iitu kamu tidak ada didekatnya dan melalui telpon beliau hanya mengatakan dia baik-baik saja. Beberapa minggu menemani beliau di rs dan malam itu itu pun tiba ketika dokter dengan terpaksa memasukkan beliau ke ruang ICU dan menjelang subuh mama mu, orang tua satu - satu mu telah meninggalkan dirimu untuk selamanya. Teman silih berganti datang melihat kamu yang senyum dan tertawa bersama saat itu, meskipun pikiran beberapa teman mu menganggap kamu biasa saja, tapi saya kenal kamu dan kamu tidak bisa menunjukkan hal semenyedihkan itu keorang-orang, mereka hanya tidak tau bagaimana air mata mu jatuh dikamar mandi tiap saat. Saat itu saya sadar "Ooo kamu ternyata sudah dewasa" cukup kamu, saya dan Tuhan yang tahu bagaimana perasaan mu saat itu. setelah kepergian mama mu saya yakin kamu masih ingat janji mu ke mama mu kalau kamu akan menjaga adik mu dengan baik.Tapi kenapa sampai saat ini janji itu belum kamu tepati sepenuhnya? kemana perginya semangat mu yang dulu? saat ini saya ingin mengutuk dirimu yang tidak becus tapi saya percaya satu hal akan dirimu, kamu akan bangkit pada saat yang tepat dan percayalah akan hal itu. Saatnya tiba untuk kelulusan dan betapa sedihnya kamu ketika semua orang menanyakan orang tua mu duduk dimana, dan saya hanya dengar kamu bilang di sana, di sana dan di sana yang kamu tunjuk hanya om dan nenekmu. Prosesi kelulusan yang begitu singkat tapi hingga saat ini belum ada sesuatu yang berarti terjadi setelah prosesi itu.

Harapan, doa, usaha selalu menemani hari-hari ini entah kapan itu semua terwujud. di 1/4 abad mu ini jadilah manusia yang bisa memanusiakan orang lain, yang bisa berarti dari segi apapun itu. Jadikan hari kemarin pelajaran dan hari esok kesempatan dan harapan baru. 

Happy birthday Fitri.
Saya kenal kamu dan kamu kenal saya. 
Be yourself. don't waste your time for useless things
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar

// About Me //
Alasan kenapa nulis about me part 2, sebenarnya untuk tau aja sih bagaimana saya kenal dengan diriku sendiri. Lebih jelasnya di part 2 ini lebih kepada hal yang disukai dan tidak secara random.

Genre film/drama:
detective, romance comedy (I'm very like it but even I watch this genre in the several part of ending sometime make me bored), fantasy and medical.

Film or Drama?
suka semua sih. Film lebih suka buatan Hollywood dan sekawannya (Amerika & Eropa). Drama lebih suka korea pastinya, hampir semua genre yang disuka ada. Pastinya cast nya juga cakep-cakep.

Fandom (fans kingdom):
(2009) = Vidi Aldiano (sampai sekarang sih tapi nggak segaris keras dulu udah nyadar umur )
(2010) = Super Junior,B2ST,SHinee (all about Korea deh)
(now) = Highlight (ex.B2ST) lagi suka-sukanya dengan semua membernya.
lagi mumet, ntar kalau ingit di update lagi.

Makanan
Suka semuanya kecuali makanan yang ada campuran KACANG PANJANG dan seJENISnya.




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

// About Me//

Hi, I’m Fitriani and you can call me fitri. Welcome to the one and only blog! Live in Makassar, and graduated from Hasanuddin University (Red Campus) Indonesia country I’m early twenty three years old. I like something simple but no plain and cute. It’s like watching news instead of soap opera (but like Korean Drama). When go hang out that just ate. Have got a business hand craft. Blood type A (May be you can explain about my behavior).

***


// Beauty Profile//

Skin Concern
Face : Oily skin all of face, big pores, comedos, warm undertone skin.
Body: The smallpox, I got it even before 7 years old

***


// About Blog //

This is what I want was created on 2017, post are using english and bahasa. Expect a lot of my opinion and any referensi from other blog.  Actualy I have a blog from 2009 but because long not been used so that it forgot the email and password, and since 2017 to make blogs.




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About me

About Me

Sometimes later becomes never.
Do it Now

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • linkedin
  • youtube

Categories

Anything Channel Favorite Geophysics Thought Youtube books review skincare

Popular Post

  • Plan A and Plan B
    Banyak orang yang ketika akan mengambil keputusan selalu menyiapkan cadangan. Aku salah satu dari sekian banyaknya orang itu. Ketika akan m...
  • Bukan Sekedar Kampanye
    Saya bukan anggota partai atau salah satu pendukung partai tertantu yaa, tetapi hanya mengeluarkan pendapat mengenai kondisi saat akan pemi...
  • Sad or Happy
    Terkadang ada hal yang tidak bisa kita handle dan mengalir begitu saja. Mungkin logika mengatakan TIDAK tapi secara tidak sadar kita menguc...
  • Apa kabar Bapak Mama
    Pagi tadi nonton salah satu siaran di Trans ehh.. entah mengapa tiba tiba saja teringat papa sama mama. Pas ingat mau nulis kenangan apa aj...
  • PULANG
    Judulnya sesuai dengan buku yang baru saja saya baca, Yaa buku Tere Liye. Buku terbitan tahun 2015 dan cetakan pertama di bulan september, ...

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  Agustus 2022 (1)
      •  Hello...I just realized that I never updated this...
  • ►  2020 (3)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Januari 2020 (2)
  • ►  2019 (20)
    • ►  Agustus 2019 (3)
    • ►  Juli 2019 (2)
    • ►  April 2019 (4)
    • ►  Maret 2019 (6)
    • ►  Februari 2019 (1)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (20)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  Agustus 2018 (3)
    • ►  Juni 2018 (1)
    • ►  Mei 2018 (1)
    • ►  April 2018 (10)
    • ►  Maret 2018 (1)
    • ►  Februari 2018 (1)
    • ►  Januari 2018 (2)
  • ►  2017 (8)
    • ►  Oktober 2017 (1)
    • ►  Agustus 2017 (2)
    • ►  Juli 2017 (3)
    • ►  Mei 2017 (2)

Followers

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates